2. Bentuk pipih dan tidak bersegmen, tipe simetri bilateral
3. Sudah memiliki sistem saraf, reproduksi, dan ekresi dan juga pencernaan
4. Di lelompokkan dalam tiga kelas :
A. Kelas turbellaria
a. Memiliki silia pada epidermisnya
b. Hidup bebas di air tawar, laut, tanah basah dan parit
c. Contoh hewan adalah planaria
- Ukuran anatar 5-25 mm
- Hidup di perairan tawar
- Tubuh tersusun anatra lain kepala, mata, mulut, faring.
- Daya regenerasi tinggi
- Bergerak dengan cara meluncur dengan silia
- Sistem pencernaan sederhana disebut sistem gastrovaskuler dengan ekstraseluler dan intraseluler
- Reproduksi secara aseksual dengan cara pembelahan tubuh, dan seksual dengan perkawinan silang saling member sel sperma melalui porus genitalis
- Sistem saraf tangga tali
- Memiliki aurikel, yaitu tonjolan sperti telinga pada sisi kanan dan kiri kepalanya, untuk menerima rangsangan kimia mengetahui letak makanan
- Sepasang mata pada bagian kepala untuk menerima rangsangan cahaya
- Sistem ekskresi dilakukan oleh sel api (flame cell)
B. Kelas Trematoda
a. Parasit pada hewan dan manusia
b. Tidak memiliki alat gerak dan menempel pada tubuh hospes dengan bantuan otot
pengisap pada bagian mulut
c. Sistem pencernaan terdiri atas mulut, faring pengisap, esophagus, dan usus yang
bercabang dua kearah belakang
d. Sistem ekskresi dilakukan oleh sel api
e. Siklus hidup melibakan dua macam hospes yaitu hospes definitive adalah tempat
hidup cacing dewasa. Hospes intermediate adalah hospes tempat hidup larva cacing
sementara biasanya siput.
f. Mengalami enam tahap perkembangan selama siklus hidupnya, yaitu telur, mirasidium,
sporosit, redia, serkaria, dan dewasa.
g. Contoh spesies trematoda
![]() |
| a. cacing hati, b. cacing hati manusia, c. cacing darah |
*Schistosoma japonicum (cacing darah)
*Chlonorchis sinensis (cacing hati manusia)
C. Kelas Cestoidea
a. Tidak memiliki silia dan sistem pencernaan
b. Mempunyai skoleks (kepala) yang di lengkapi dengan alat isap dan rostelum (kait)
c. Tubuh menyerupai pita dengan panjang berkisar anatar 2,5 cm sampai 9 m, tersusun atas
tiga sampai empat ribu proglotid (segmen), tiap proglotid yang sudah matang berisis ribuan
telur yang berisi embrio.
d. Cacing ini termasuk hermafrodit dan melangsungkan pembuahan sendiri.
e. Contoh spesies : * Taenia solium (cacing pita babi)
1. Tubuh cacing dewasa mempunyai panjang 3-4 m dan mengandung lebih dai 1000 proglotid.
2. Pada bagian skoleks dilengkapi dengan empat alat isap beserta kaitnya.
3. Telur menjadi larva yang akan masuk kedalam aliran darah yang dinamakan onkosfer atau heksakan. Heksakan akan menembus dinding pembuluh darah dan menetap dalam jaringan otot dengan membentuk sista. Sista berkembang menjadi sistiserkus (cacing gelembung) yang dilengakapi dengan skoleks beserta alat isap dan kainya. Jika termakan oleh manusia sistiserkus akan menempel pada usus halus dan berkembang menjadi dewasa.
![]() |
| Daur hidup cacing pita babi |
* Dipylidium caninum (cacing pita anjing) cacing dewasa hidup di usus halus anjing, kucing, ataupun manusia, larvanya hidup di kutu kucing dan anjing.
* Taenia saginata (cacing pita sapi), sistiserkusnya berada di dalam jaringan otot sapi, dan skoleksnya tidak dilengkapi dengan alat kait






