Tuesday, September 13, 2011

Dinding Sel Tumbuhan

Dinding sel merupakan benda ergastik/tidak hidup/termasuk komponen non protoplasmik di luar plasma sel. Dalam perkembangannya dibagi menjadi 3 tahap :

a. substansi interseluler atau lamela tengah :
yaitu dinding sel yang mula-mula terbentuk pada waktu terjadi pembelahan sel, juga disebut dinding primitif yang sangat tipis, terdiri atas zat pektin dan protopektin

b. dinding primer
yaitu perkembangan dari lamela tengah yang telah mengalami perubahan primer karena adanya penebalan zat selulosa dan hemiselulosa dan kadangkadang dijumpai senyawa polisakarida non selulosa. Misal : pada dinding sel parenkim

c. dinding sekunder :
yaitu perkembangan lebih lanjut dari dinding primer karena adanya penebalan dinding dari lignin. Hanya dijumpai pada sel-sel dengan fungsi khusus : trakea, trakeida/sklerenkim.

SIFAT-SIFAT DINDING SEL :

a. Sifat Fisik :
Dinding sel terdiri atas misel yaitu bangun-bangun molekul yag tersusun oleh selulose. Bangun-bangun tersebut merupakan fibril yang bersambungan yang tersusun miring dan pada awal perkembangan sejajar satu sama lain, sedang pada perkembangan berikutnya serupa rangka seperti jala.

b. Sifat Kimia :
Dinding sel tersusun oleh zat organik dan anorganik. Zat-zat organik yang dijumpai pada dinding sel adalah :

*) pektin *) hemiselulosa *) pentosan *) protopektin *) lignin
*) kutin *) selulose *) suberin *) sapropolenin

Adanya zat-zat tersebut dapat diketahui dengan pembubuhan reagensia tertentu yang disebut reaksi mikrokimia.
Zat-zat anorganik yang terdapat pada dinding sel antara lain : kersik (SiO2) dan zat kapur.
Sel terdiri dari :
_ Komponen Protoplasmik : sitoplasma, nucleus, plastida, mitokondria
_ Komponen Non Protoplasmik/benda-benda ergastik : vakuola, karbohidrat, protein, lemak, tanin, Ca-oxalat, dinding sel.
Dinding sel pada sel yang masih muda adalah tipis, makin dewasa sel tersebut dinding selnya relatif bertambah tebal, sehingga terbentuknya dinding sel sangat erat hubungannya dengan perkembangan sel tersebut. Penebalan dinding masing-masing sel berbeda-beda karena disesuaikan dengan fungsinya, sehingga terdapat perbedaan bentuk sel.
Beberapa reaksi mikrokimia terhadap dinding sel :
1) Selulosa
S + ZnCl-J                  ==>ungu
S + JKJ + H2SO4          ==>biru
Selulosa merupakan polisakarida dengan rumus (C6H10O5)n. tidak larut dalam air, air mendidih, asam dan alkali encer, serta KOH pekat. Dengan H2SO4 pekat dihidrolisa menjadi glukosa. Oleh enzim selulase diubah menjadi glukosa dan fruktosa.

2) Hemiselulosa
Menyerupai selulosa. Dengan asam encer dihidrolisa menjadi mannose + galaktosa. Dapat dijumpai misal pada lendir tumbuhan.
HS + ZnCl-J    ==> biru pucat

3) Lignin
Zat kayu yang terdapat pada dinding sel yang telah mengkayu.
L + ZnCl-J                                ==> kuning
L + anilin + H2SO4                        ==> kuning
L + floroglusin + asam pikrat  ==> merah
L + fuchsin + asam pikrat        ==>merah

4) Suberin
Terdapat pada dinding sel gabus
S + sudan III     ==> merah
S + ZnCl-J       ==> coklat
S + KOH          ==> kuning

5) Protopektin
P + ZnCl-J       ==>.kuning coklat
P + asam encer    larut dalam alkali
6) Pektin
Dapat ditemukan pada dinding sel dari buah yang mengandung banyak gula. Bila buah dimasak tampak beberapa zat gelatin

7) Khitin
Dapat ditemukan pada dinding sel Fungi (jamur)

8) Kersik (SiO2)
Pada dinding sel batang Gramineae, Cyperaceae, Equisetinae, Diatomae

9) Kapur
Misal pada dinding sel ganggang Chara sp

FUNGSI DINDING SEL :
- melindungi isi sel       - menentukan bentuk sel
- memperkuat sel        - menentukan ciri sel

BENTUK SEL :
- prisma - silindris - kubus - poligonal - tak teratur

PENEBALAN DINDING SEL :
Menurut cara penebalannya, dapat terjadi secara :

_ APOSISI
Yaitu dengan cara menempelkan/melapis-lapiskan bahan penebalan (zat selulosa) pada lamela tengah (substansi interseluler), biasanya pada dinding primer. Contoh : sel parenkim, floem

_ INTUSUSEPSI
Penbalan yang terjadi dengan menyisipkan bahan-bahan penebalan di antara mikrofibril

Menurut arah penebalannya :

_ SENTRIPETAL :
Yaitu penebalan ke arah pusat sel/dalam. Contoh : pada sel epidermis daun beringin (Ficus sp), terdapat tangkai selulosa yang akan memanjang dan kemudian dideposisikan zat CaCO3 yang makin lama makin banyak sel akan melebar dan disebut litokis. Penebalannya disebut sistolit.
_ SENTRIFUGAL
Yaitu penebalan ke arah luar. Contoh :
pada polen (ss), terdapat tonjolan-tonjolan yang merupakan penebalan ke arah luar.
pada rambut daun (trikoma), misal : daun Artocarpus communis mempunyai rambut-rambut pelindung pada daunnya. Penebalannya terjadi secara intususepsi.
Dinding Sel Tumbuhan Reviewed by Kita on Tuesday, September 13, 2011 Rating: 4.5